Kebutuhan Uang Tunai Tinggi, Gadai Barang Meningkat

Kebutuhan Uang Tunai Tinggi, Gadai Barang Meningkat

UNTUK KONSUMTIF : Salah seorang warga mengajukan gadai di Kantor Penggadaian Cabang Tulungagung, kemarin.

UNTUK KONSUMTIF : Salah seorang warga mengajukan gadai di Kantor Penggadaian Cabang Tulungagung, kemarin. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

 

Aktivitas menggadaikan barang di Kota Marmer menunjukkan peningkatan. Aksi gadai meningkat, menyusul kebutuhan uang tunai di masyarakat yang tinggi. Seperti di Penggadaian Cabang Tulungagung, permintaan gadai barang meningkat hingga 10 persen. Rerata, digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Kepala Penggadaian Cabang Tulungagung, Sucipto mengatakan, aktivitas gadai barang menunjukkan tren kenaikannya sejak sebulan terakhir. Jika normalnya, sehari kantor Penggadaian bisa melayani sekitar 100 hingga 150 orang. Sekarang, mencapai 200 orang. Kebanyakan warga memilih mencairkan asetnya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami tidak batasi jumlah nasabah yang datang. Hanya saja, kami kurangi jam operasional. Yakni mulai 08.00 hingga 14.00,” terangnya.

Baca juga : Gara-Gara Corona, Banyak Warga Lebak Gadaikan HP dan TV untuk Kebutuhan Hidup

Dari datanya, hampir 90 persen orang memilih gadaikan asetnya berupa emas. Sisanya, barang elektronik seperti HP, TV dan lainnya. Emas dipilih masyarakat untuk digadaikan bukan tanpa alasan, sebab memiliki nilai yang tinggi dan efektif karena bisa mendapatkan pinjaman dana segar dengan cepat.

“Kalau emas itu dinilai tidak ada ruginya. Bahkan pinjaman dana sesuai harga emas terbaru,” imbuhnya.

Sedangkan pengajuan gadai untuk pembiayaan usaha atau pembiayaan lainnya malah menurun. Bahkan, penurunan mencapai 20 persen. Diduga itu karena banyak pelaku usaha yang menutup usahanya atau bahkan tidak menguntungkan. Itu akibat faktor wabah Covid-19 ini.

“Dampak Covid-19 utamanya di faktor ekonomi sangat besar,” tambahnya.

Baca juga : Tren Bisnis Gadai Melompat di Tengah Pandemi Corona

Sekadar diketahui, penggadaian ini selain menjalankan bisnis gadai juga menjalankan bisnis pinjaman non gadai yang bergerak dibidang jaminan fidusia, seperti kredit dengan jaminan BPKB atau lainnya. Lantas, dalam hal ini selama Pandemi Covid-19, sesuai instruksi pemerintah pusat pihaknya memberikan keluwesan dengan menerapkan kebijakan restrukturisasi kredit.

“Ya ada yang mengajukan. Kalau tidak salah sekitar lima pelaku usaha,” terangnya.

Salah satu warga, Sholikah mengatakan, dia sengaja datang ke penggadaian untuk menggadaikan emas yang dimilikinya. Hasil gadai rencananya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk jaga-jaga saja. Kalau penghasilan tidak mencukupi,” ucap warga Kecamatan Kedungwaru ini.

Sumber : radartulungagung.jawapos.com

Comments are closed.