Gadai Emas Efektif Pengaruhi Dampak Ekonomi akibat Corona

Kepala Depatemen Bisnis Kanwil VII PT Pegadaian (Persero) Denpasar Al Manfaluthy dan Kadep Risiko Martinus Hurint.
Mataram (Suara NTB) – Di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 atau corona, pendapatan masyarakat mengalami penurunan. Dampak dari keadaan ini terbantu dengan gadai emas di Pegadaian. “Produk Gadai kami masih lancar, karena masyarakat kita banyak yang pegang emas di Bali, NTT, NTB. Dengan kondisi sekarang, mereka bingung, karena punya emas jadi mereka letakkan di Pegadaian karena kalau dijual, sayang,” kata Kepala Departemen Bisnis Pegadaian Kanwil VII Denpasar mewilayahi Bali, Nusa Tenggara Al Manfaluthy.
Berdasarkan laporan data Pegadaian Kanwil VII, perkembangan Pegadaian Kanwil VII cukup baik. Outstanding Loan (OSL) Pegadaian pada Maret 2020 mencapai Rp5,425 triliun tumbuh 10,15 persen secara ytd dan secara yoy tumbuh 25,33 persen. Pada April 2020 tumbuh 11,89 persen menjadi Rp5,510 triliun secara year to date (ytd). Secara year on year (yoy) juga tumbuh 28,13 persen.
Pada Mei 2020 terjadi sedikit penurunan karena pengaruh dampak Covid-19 sangat terasa. OSL Mei mencapai Rp5,491 triliun turun 11,50 persen (ytd) dan secara yoy turun 25,49 persen. Penurunan dan peningkatan OSL tidak terlepas dari kinerja masing – masing produk Pegadaian. Pegadaian terdiri dari produk emas dan non emas (mikro).
Produk emas dikatakan tidak terlalu berpengaruh terhadap situasi Covid-19, namun justru produk non emas (mikro) yang terdampak karena dalam produk mikro ada kredit kreasi yang menggunakan jaminan BPKB. Sementara saat ini banyak usaha – usaha yang terdampak. Selain itu, kredit – kredit seperti kredit kendaraan bermotor juga terdampak karena pekerja yang memanfaatkan produk ini banyak yang pengdapatannya berkurang dan perekonomian terganggu.
Dengan baiknya kinerja produk emas, membuat kinerja Pegadaain Kanwil VII tetap naik meski tidak terlalu signifikan. “Karena gadainya kuat. Yang memang agak banyak itu di daerah Dompu karena di sana daerah perkebunan,” ungkapnya. Di masa sulit selama pandemi Covid-19 dan menuju kenormalan baru, Pegadaian telah melakukan beberapa strategi. Mengingat untuk bertemu langsung dengan nasabah agak sulit, sehingga pemanfaatan sosial media dan digitalisasi dioptimalkan seperti penggunaan PDS (Pegadaian Digital Service).
Strategi lain yang dilakukan Pegadaian adalah memanfaatkan agen Pegadaian untuk melayani nasabah yang tetap ingin bertemu. Karena di setiap cabang Pegadaian ada agen gadai dan agen pembayaran. Bisnis yang tetap berjalan baik juga dibarengi dengan komitmen membantu masyarakat di tengah pandemi. Kepala Departemen Risiko Pegadaian Kanwil VII Denpasar Martinus Hurint mengatakan, ada dua kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan stimulus pada nasabah yang terdampak dengan memberikan restrukturisasi pada kredit mikro. Dari 6.750 nasabah yang mengajukan, sebanyak 3.122 telah disetujui.
Sumber : suarantb.com