Tahun ini, Pegadaian bidik outstanding gadai efek Rp 150 miliar

ILUSTRASI. Gedung Kantor Pusat Pegadaian di Jakarta.
JAKARTA. PT Pegadaian (persero) membidik outstanding gadai efek tahun ini minimal sebesar Rp 150 miliar. Target tersebut disumbang baik dari gadai saham maupun gadai obligasi.
“Kontribusi outstanding terbesar masih dari institusi baru,” kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo, Jumat (29/1).
Selanjutnya, meningkatkan layanan gadai efek melalui online trading sekuritas yang saat ini masih tahap pengembangan. Lalu penyempurnaan layanan pengajuan serta peningkatan layanan melalui aplikasi PDS atau Pegadaian Digital Service.
Berikutnya, penggunaan fitur Minta Tambah. Terakhir, melakukan kajian risiko untuk perluasan jaminan eksisting yang diperkirakan terealisasi pada kuartal dua atau kuartal tiga 2021 ke dalam indeks IDX80.
Baca Juga: Ekonomi Membaik, Pembiayaan Industri Gadai Diprediksi Tumbuh 20% Pada 2021
Ini merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar serta fundamental yang baik.
“Saat ini ada beberapa nasabah eksisting yang melakukan gadai berulang yaitu tebus dan gadai baru. Bahkan ada yang telah melakukan tiga hingga empat kali gadai berulang,” terangnya.
Ia memperkirakan tren gadai saham tahun ini menunjukkan peningkatan khususnya dari segmen investor retail yang sebelumnya pernah mencoba layanan produk gadai efek. Sementara beberapa retail berasal dari sekuritas – sekuritas baru yang sebelumnya belum punya pengalaman dengan gadai efek.
Seperti diketahui, kehadiran gadai saham bertujuan untuk bridging investor saham. Artinya, investor bisa mendapatkan likuiditas atau pendanaan tanpa harus kehilangan asetnya. Skema gadai saham sama dengan saat nasabah menggadaikan saham mereka.
Jika sewaktu-waktu sahamnya turun banyak, Pegadaian akan meminta nasabah untuk melakukan top up untuk meng-cover rasio yang sudah ditetapkan. Bisa dengan menambah jaminan atau mengangsur pinjaman tersebut. Produk gadai ini ditujukan untuk investasi jangka panjang, bukan trading.
Sumber : www.kontan.co.id