Penyaluran pembiayaan perusahaan gadai swasta turun hanya Rp 283 Miliar

Penyaluran Pembiayaan Perusahaan Gadai Swasta Turun, Pembiayaan Hanya Rp 283 Miliar.

Penyaluran pembiayaan perusahaan gadai swasta turun hanya Rp 283 Miliar

Penyaluran pembiayaan perusahaan gadai swasta turun hanya Rp 283 Miliar

Senin, 15 April 2019 / 18:20 WIB


Ilustrasi gadai. Pada awal tahun ini, penyaluran pembiayaan perusahaan gadai swasta turun. Penyebabnya masih banyak pelaku usaha yang belajar dan menyesuaikan bisnis gadai di tengah persaingan industri pembiayaan.

 

Pada awal tahun ini, penyaluran pembiayaan perusahaan gadai swasta turun.

Penyebabnya masih banyak pelaku usaha yang belajar dan menyesuaikan bisnis gadai di tengah persaingan industri pembiayaan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Februari 2019, industri pegadaian swasta mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 283 miliar atau turun 40,42 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu Rp 475 miliar.

Realisasi pembiayaan tersebut stagnan semenjak Desember 2018.

Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI), Harianto Widodo, mengatakan, pelambatan bisnis gadai swasta disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya adalah masih banyak pemain baru yang melakukan konsolidasi bisnis agar bisa tetap bertahan.

“Ini masih tahap konsolidasi bisnis. Jadi untuk menjelaskan bisnis gadai itu bukan sesuatu yang mudah sehingga jalannya tidak semua mulus,” kata Harianto, Senin (15/4/2019).

 


BACA JUGA :

Tahun 2019 PPGI targetkan pencapaian 15% pertumbuhan pembiayaan gadai

Berikut 58 perusahaan gadai yang sudah berizin dan terdaftar di OJK


 

Dengan kondisi tersebut membuat bisnis gadai swasta makin berat.

Mereka juga mesti menghadapi persaingan dengan perusahaan pembiayaan lain seperti perbankan, fintech, dan multifinance.

Serta program pembiayaan dari pemerintah mulai dari kredit usaha mikro (KUR) hingga pembiayaan ultra mikro (Umi).

Meski berat, Harianto optismistis, bisnis gadai swasta tetap eksis tahun ini.

Ia memperkirakan, pembiayaan gadai swasta bisa tumbuh sekitar 5%-6% sampai dengan akhir tahun 2019.

Menurut Harianto, bisnis gadai swasta masih potensial digarap karena bertambahnya pelaku usaha yang mengatongi izin usaha dari OJK.


BACA JUGA :

Baru dibentuk, Asosiasi Gadai akan gencar sosialisasi


Di samping itu mereka membidik pasar alternatif yang belum dijangkau perusahaan pembiayaan lain seperti Pegadaian milik pemerintah.

Meski hanya naik tipis, sejumlah gadai swasta masih optimistis mencapai pembiayaan yang optimal tahun ini.

Misalnya PT Sili Gadai Nusantara yang menargetkan pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 30 persen.

Untuk memenuhi target tersebut, Sili Gadai Nusantara akan fokus menggenjot produk fidusia dari mobil mewah dan sepeda motor.

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda di mana hak kepemilikannya masih dalam kekuasaan pemilik benda tersebut.

Selama ini, produk fidusia masih berkontribusi besar terhadap bisnis Sili Gadai yaitu sebesar 80 persen.

Sementara sisanya masih berasal dari bisnis gadai peralatan elektronik.

“Karena masyarakat mulai banyak melakukan gadai laptop dan telepon pintar pada akhir 2018 lalu,” kata Direktur Sili Gadai Rainaldus Bramy.

sumber : wartakota.tribunnews.com

 

Comments are closed.